Hari Dunia

Sejarah Hari Gunung Internasional (International Mountain Day): Kenapa 11 Desember Penting Banget?

Fajar - Thursday, 11 December 2025 | 12:00 PM

Background
Sejarah Hari Gunung Internasional (International Mountain Day): Kenapa 11 Desember Penting Banget?

Gudnus - 11 Desember 2025, kita baru saja memperingati salah satu hari lingkungan yang paling keren dan mungkin kurang disorot, yaitu Hari Gunung Internasional (International Mountain Day/IMD).

Mungkin di antara kita ada yang berpikir, "Ah, palingan cuma hari peringatan biasa." Eits, tunggu dulu. Sama seperti Hari Bumi atau Hari Lingkungan lainnya, IMD ini punya sejarah yang epic dan latar belakang yang sangat penting, lho. Bukan sekadar merayakan keindahan pemandangan, tapi ini adalah pengingat kolektif bahwa gunung adalah jantung planet kita yang harus dijaga serius.

Yuk, kita bedah tuntas kenapa PBB sampai turun tangan dan menetapkan tanggal 11 Desember sebagai hari istimewa para raksasa bumi ini!

1. Awal Mula: Dari Konferensi ke Keterasingan

Sejarah Hari Gunung Internasional ini tidak muncul tiba-tiba. Ia berakar dari kesadaran global yang mulai muncul di awal tahun 90-an. Saat itu, perhatian dunia lebih banyak tertuju pada hutan hujan, laut, dan masalah polusi perkotaan. Area pegunungan, meskipun vital, sering kali terlupakan dalam agenda konservasi besar.

Latar Belakang Penetapan: Agenda 21 Rio (1992)

Titik balik pertama dimulai pada Konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan (UNCED) yang terkenal di Rio de Janeiro, Brazil, pada tahun 1992 (sering disebut KTT Bumi/Rio Summit).

Dalam konferensi bersejarah inilah lahir sebuah dokumen aksi global yang disebut Agenda 21. Dan, inilah bagian krutial-nya: Agenda 21 memiliki sebuah bab yang secara spesifik didedikasikan untuk pegunungan, yaitu Bab 13: Pengelolaan Ekosistem yang Rentan: Pembangunan Pegunungan yang Berkelanjutan.

Poin Kunci: Penetapan Bab 13 di Agenda 21 ini adalah pengakuan resmi pertama dari komunitas internasional bahwa wilayah pegunungan itu unik, rapuh, dan membutuhkan strategi pembangunan yang berbeda serta berkelanjutan.

Bab ini mengakui bahwa sekitar 10% populasi dunia tinggal di wilayah pegunungan, dan jutaan lainnya bergantung pada sumber daya yang berasal dari sana. Mereka menghadapi isolasi, kemiskinan, dan rentan terhadap bencana alam.

2. Momentum Dekade Pegunungan (2002)

Pengakuan di tahun 1992 memang penting, tapi PBB merasa itu belum cukup. Perlu ada dorongan yang lebih besar, lebih intensif, dan lebih terfokus.

Akhirnya, PBB menyatakan tahun 2002 sebagai Tahun Pegunungan Internasional (International Year of Mountains - IYM). Tujuan utama IYM adalah:

  1. Meningkatkan kesadaran global tentang peran penting gunung.
  2. Mempromosikan konservasi sumber daya alam pegunungan.
  3. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan.

Bayangkan, sepanjang tahun 2002, seluruh dunia fokus pada isu-isu gunung, mulai dari keanekaragaman hayati, krisis air, hingga peran gender dalam pengelolaan sumber daya.

Kelahiran IMD: Resolusi PBB

Program IYM tahun 2002 ini sukses besar! Respon positif dari berbagai negara, LSM, dan komunitas ilmiah begitu masif. Momentum inilah yang dimanfaatkan untuk menetapkan Hari Gunung Internasional secara permanen.

Pada bulan Januari 2003, Majelis Umum PBB mengadopsi Resolusi 57/245, yang secara resmi menetapkan tanggal 11 Desember setiap tahun sebagai Hari Gunung Internasional (IMD).

Tanggal 11 Desember dipilih sebagai penutup dan puncak dari kesuksesan Tahun Pegunungan Internasional 2002. Sejak saat itu, setiap tanggal 11 Desember, seluruh dunia berfokus pada tema spesifik terkait gunung, mulai dari perubahan iklim, air, hingga pariwisata berkelanjutan.

3. Mengapa Gunung Begitu Penting?

Kenapa PBB sampai segitunya mengurusi gunung? Ini bukan cuma urusan pemandangan Instagramable, Guys. Ini soal kehidupan kita semua.

Gunung adalah 'Menara Air' Dunia

Para ahli lingkungan sepakat, gunung adalah sumber dari 60 hingga 80 persen air tawar dunia. Gletser dan salju di puncak gunung mencair dan mengalir menjadi sungai-sungai besar yang menghidupi jutaan orang di dataran rendah, untuk minum, pertanian, dan industri. Kalau gunung sakit (misalnya gletser mencair cepat karena pemanasan global), kita semua kena getahnya.

Gudangnya Keanekaragaman Hayati

Meskipun hanya menempati sekitar 27% permukaan bumi, wilayah pegunungan menampung keanekaragaman hayati yang luar biasa. Banyak spesies flora dan fauna endemik (hanya ada di situ) yang hidup di gunung. Mereka adalah "laboratorium alam" yang perlu dijaga karena nilai ilmiah dan ekologisnya tidak ternilai.

Masyarakat Adat dan Kearifan Lokal

Masyarakat pegunungan (seperti Suku Tengger di Bromo, atau suku-suku di Himalaya) sering kali adalah penjaga ekosistem yang paling handal. Mereka memiliki kearifan lokal yang sudah teruji ratusan tahun dalam mengelola hutan dan air. IMD juga menjadi ajang untuk menghormati dan memberdayakan peran mereka.

Penutup: Misi Kita Sebagai Generasi Z

Sejarah Hari Gunung Internasional mengajarkan kita bahwa konservasi itu bukan cuma tugas pemerintah atau aktivis senior, tapi tugas kita semua.

Di era Gen Z yang serba digital ini, cara kita ikut berjuang bisa jadi berbeda:

  • Literasi: Jangan cuma upload foto keren di puncak, tapi share juga cerita tentang pentingnya menjaga kebersihan dan ekosistem di sana.
  • Ekowisata: Saat mendaki, terapkan prinsip Leave No Trace. Jangan bawa sampah turun!
  • Advokasi Digital: Gunakan platform media sosial untuk menyuarakan isu-isu kritis tentang gunung, seperti dampak global warming terhadap puncak Jaya Wijaya atau Semeru.

IMD adalah pengingat bahwa keindahan gunung itu rapuh. Mari kita pastikan bahwa "Menara Air" dunia ini tetap berdiri kokoh, bersih, dan lestari untuk generasi yang akan datang.

Popular Article