Sejarah Hari Armada Republik Indonesia dan Asal-Usul Penetapannya
Fajar - Tuesday, 09 December 2025 | 07:30 AM


Gudnus - Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, dengan lebih dari 17 ribu pulau yang membentang dari Sabang hingga Merauke. Posisi geografis ini membuat laut menjadi elemen kunci dalam sejarah, ekonomi, budaya, dan pertahanan negara. Karena itu, keberadaan armada laut yang kuat merupakan kebutuhan mutlak.
Untuk menghormati peran penting TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia, sejak tahun 1998 ditetapkanlah Hari Armada Republik Indonesia, yang diperingati setiap 5 Desember. Peringatan ini bukan sekadar seremonial internal TNI AL, tetapi juga momentum untuk mengingat sejarah panjang perjuangan armada laut Indonesia sejak masa revolusi hingga menjadi kekuatan maritim modern.
Awal Mula Pembentukan Armada Laut Indonesia
Sejarah Armada RI berakar pada pembentukan Badan Keamanan Rakyat Laut (BKR Laut) pada 10 September 1945, hanya beberapa minggu setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. BKR Laut kemudian berkembang menjadi Tentara Keamanan Rakyat Laut (TKR Laut) dan akhirnya menjadi Tentara Republik Indonesia Angkatan Laut (TRI Laut) pada 1946.
Pada fase awal, kekuatan laut Indonesia sangat terbatas. Armada hanya terdiri dari:
- kapal-kapal rampasan perang
- kapal niaga yang dialihkan fungsinya
- perahu kecil milik rakyat
- personel pelaut yang sebagian besar belum terlatih secara militer
Namun semangat mempertahankan kedaulatan laut membuat TNI AL cepat berkembang. Kapal-kapal baru diperoleh dari hibah negara sahabat, rampasan dari kolonial, hingga pembelian resmi setelah Indonesia stabil secara politik.
Lahirnya Konsep Armada dalam TNI AL
Istilah “Armada” dalam TNI AL merujuk pada kekuatan tempur kapal perang yang terorganisasi. Struktur armada mulai dibangun secara lebih modern pada era 1950-an hingga 1960-an ketika Indonesia mulai mengakuisisi kapal perang besar seperti:
- KRI Irian (kapal penjelajah terbesar di Asia Tenggara kala itu)
- kapal selam Whiskey Class
- kapal fregat dan korvet buatan Eropa Timur
Kekuatan ini membuat Indonesia sempat menjadi salah satu armada terkuat di kawasan Asia Pasifik.
Namun struktur resmi Komando Armada baru terbentuk pada dekade 1960-an hingga 1970-an seiring modernisasi organisasi TNI AL. Komando utama ini menjadi pusat pengendalian:
- operasi tempur laut
- patroli keamanan
- proyeksi kekuatan maritim
- dukungan logistik dan strategi pertahanan
Armada dibagi ke dalam wilayah operasi, yang kini dikenal sebagai:
- Koarmada I (Barat)
- Koarmada II (Tengah)
- Koarmada III (Timur)
Pembagian ini memastikan seluruh ruang laut Indonesia diawasi dan dijaga secara efektif.
Penetapan Hari Armada Republik Indonesia
Hari Armada RI ditetapkan pada tanggal 5 Desember, sebuah tanggal yang memiliki makna historis bagi TNI AL karena pada 5 Desember 1959, Angkatan Laut secara resmi membentuk organisasi armada yang modern, lengkap dengan pembagian operasi laut dan alutsista terintegrasi.
Penetapan ini berlaku secara resmi sejak 1998, saat TNI AL menyelenggarakan upacara pertama Hari Armada RI. Sejak itu, tanggal 5 Desember menjadi hari penting dalam kalender TNI AL.
Tujuan penetapan Hari Armada ini adalah:
- mengenang sejarah panjang pembentukan kekuatan tempur laut Indonesia
- menghormati jasa pelaut dan prajurit TNI AL
- memperkuat semangat menjaga kedaulatan laut
- meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya pertahanan maritim
- menegaskan posisi Indonesia sebagai negara maritim
Peringatan ini juga menjadi momen untuk mengevaluasi kesiapan alutsista, strategi pertahanan, dan kemampuan operasi armada.
Tradisi Peringatan Hari Armada
Setiap tahun, TNI AL menyelenggarakan peringatan Hari Armada dengan berbagai agenda, seperti:
- upacara militer
- demonstrasi kemampuan kapal perang
- inspeksi alutsista
- pelayaran dan parade kapal
- latihan gabungan antar satuan
- kegiatan sosial kemasyarakatan
- seminar dan diskusi maritim
Kegiatan ini menunjukkan kesiapan TNI AL dalam menjaga keamanan laut, termasuk:
- melindungi jalur pelayaran internasional
- mengamankan perbatasan negara
- mencegah penyelundupan dan illegal fishing
- menjaga stabilitas di wilayah rawan konflik
Peringatan ini juga menjadi kesempatan masyarakat untuk mengenal lebih dekat dunia kemaritiman Indonesia.
Peran Armada RI dalam Sejarah Pertahanan Indonesia
Selama puluhan tahun, Armada RI memainkan peran vital dalam sejarah bangsa, terutama pada masa-masa penting seperti:
- Konflik Laut Arafura (1962)
- Konfrontasi Indonesia–Malaysia
- Operasi pembebasan Irian Barat
- Operasi keamanan laut di kawasan perbatasan
- Penanggulangan bencana dan evakuasi SAR
- Pengiriman misi perdamaian internasional
KRI-D dan personel Armada RI telah menunjukkan profesionalisme tinggi dalam setiap tugas negara.
Tantangan Armada RI di Era Modern
Di era globalisasi dan dinamika geopolitik baru, armada laut Indonesia menghadapi tantangan yang lebih kompleks:
- kejahatan lintas negara (penyelundupan, human trafficking, narkotika)
- sengketa wilayah maritim
- illegal fishing oleh kapal asing
- perlindungan sumber daya laut
- modernisasi teknologi militer negara tetangga
Karena itu, TNI AL terus meningkatkan kemampuan melalui:
- penambahan kapal perang baru
- modernisasi radar, sonar, dan sistem persenjataan
- peningkatan kemampuan pelaut
- kerja sama internasional dan diplomasi maritim
Hari Armada menjadi simbol kesiapsiagaan Indonesia dalam menghadapi tantangan tersebut.
Makna Hari Armada Republik Indonesia bagi Masyarakat
Hari Armada bukan hanya untuk TNI AL. Peringatan ini membawa pesan bagi seluruh rakyat Indonesia:
- bahwa laut adalah masa depan bangsa
- bahwa kedaulatan maritim adalah harga mati
- bahwa keamanan laut melindungi ekonomi dan logistik nasional
- bahwa Indonesia harus terus membangun budaya maritim
Dengan memahami sejarah dan makna Hari Armada, generasi muda diharapkan lebih peduli terhadap dunia kelautan dan pertahanan negara.
Kesimpulan
Hari Armada Republik Indonesia, yang diperingati setiap 5 Desember, adalah momentum penting untuk mengenang sejarah pembentukan armada laut Indonesia serta menegaskan komitmen bangsa dalam menjaga kedaulatan maritim. Perjalanannya panjang, mulai dari pembentukan BKR Laut pada 1945 hingga menjadi kekuatan armada modern yang menjaga laut Indonesia dari berbagai ancaman.
Peringatan ini bukan hanya milik TNI AL, tetapi milik bangsa Indonesia yang hidup, tumbuh, dan bergantung pada laut sebagai sumber identitas dan kekuatan nasional.
Next News

Menelusuri Jejak Sejarah Hari Migran Internasional: Mengapa 18 Desember Begitu Krusial bagi Dunia?
2 months ago

Hari Juang Kartika (15 Desember): Sejarah Heroik Palagan Ambarawa dan Makna 'Tentara Rakyat' TNI AD
2 months ago

Sejarah Hari Gunung Internasional (International Mountain Day): Kenapa 11 Desember Penting Banget?
2 months ago

Sejarah Hari Pencegahan Genosida Internasional dan Proses Pengesahannya
2 months ago

Sejarah Hari Anti Korupsi Sedunia dan Mengapa Diperingati Setiap 9 Desember
2 months ago

Sejarah Hari Penerbangan Sipil Internasional
2 months ago

Sejarah Hari Tanah Sedunia dan Latar Belakang Penetapannya
2 months ago

Sejarah Hari Sukarelawan Internasional dan Makna Pentingnya bagi Dunia
2 months ago

4 Desember: Hari Krusial untuk Masa Depan Bumi
2 months ago

4 Desember: Makna Artileri Penjaga Kemerdekaan Bangsa
2 months ago