Sejarah Hari Anti Korupsi Sedunia dan Mengapa Diperingati Setiap 9 Desember
Fajar - Tuesday, 09 December 2025 | 07:00 AM


Gudnus - Setiap tanggal 9 Desember, dunia memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia atau International Anti-Corruption Day. Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum global untuk mengingatkan bahwa korupsi adalah ancaman nyata bagi pembangunan, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat. Korupsi merusak fondasi negara, melemahkan demokrasi, memperburuk ketimpangan ekonomi, dan memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi publik.
Namun, hari peringatan ini memiliki sejarah panjang. Tidak ditetapkan secara tiba-tiba, melainkan melalui proses pembahasan bertahun-tahun yang berujung pada satu kesepakatan besar: Konvensi PBB Melawan Korupsi (UNCAC). Artikel ini membahas sejarah lengkap Hari Anti Korupsi Sedunia, latar belakang penetapannya, serta mengapa tanggal 9 Desember dipilih sebagai momentum global melawan korupsi.
Sejarah Penetapan Hari Anti Korupsi Sedunia
Awal mula Hari Anti Korupsi Sedunia tidak lepas dari meningkatnya kekhawatiran global pada akhir tahun 1990-an dan awal 2000-an. Pada masa itu, berbagai negara menghadapi tantangan serius:
- korupsi di sektor publik dan swasta meningkat drastis
- pencucian uang lintas negara semakin sulit dilacak
- dana pembangunan hilang karena penyalahgunaan anggaran
- institusi hukum di beberapa negara melemah
Akibatnya, dunia mulai menyadari bahwa korupsi bukan hanya masalah internal suatu negara, tetapi fenomena global yang membutuhkan kerja sama internasional.
Pada tahun 2003, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merampungkan sebuah dokumen penting: United Nations Convention Against Corruption (UNCAC), atau Konvensi PBB Melawan Korupsi.
Mengapa 9 Desember yang Dipilih?
Tanggal 9 Desember ditetapkan sebagai Hari Anti Korupsi Sedunia karena pada tanggal tersebut, tahun 2003, UNCAC secara resmi dibuka untuk ditandatangani oleh negara-negara anggota PBB di Mérida, Meksiko.
Lebih dari 100 negara langsung menandatangani konvensi ini, termasuk Indonesia. Penandatanganan ini menjadi tonggak besar dalam sejarah pemberantasan korupsi karena untuk pertama kalinya, dunia memiliki:
- standar internasional memerangi korupsi
- instrumen hukum global
- mekanisme kerja sama antarnegara
- pedoman pencegahan, penindakan, dan pemulihan aset
Sejak itu, tanggal 9 Desember diperingati setiap tahun sebagai pengingat bahwa korupsi adalah musuh bersama.
Apa Itu UNCAC dan Mengapa Penting?
UNCAC adalah konvensi global yang mengatur cara negara-negara memberantas korupsi secara sistematis. Dokumen ini mencakup lima aspek utama:
- Pencegahan
- Penegakan hukum
- Kerja sama internasional
- Pemulihan aset
- Bantuan teknis dan pertukaran informasi
UNCAC menjadi penting karena menetapkan standar pemberantasan korupsi yang sama bagi semua negara. Ini mencegah pelaku korupsi melarikan diri ke luar negeri atau menyembunyikan uang di negara lain.
Indonesia meratifikasi UNCAC melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2006, sehingga memiliki kewajiban menerapkan standar internasional dalam pemberantasan korupsi.
Tujuan Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia
Peringatan ini memiliki tujuan besar, yaitu memperkuat komitmen negara dan masyarakat dalam memerangi korupsi. Tujuan utamanya antara lain:
- meningkatkan kesadaran publik tentang bahaya korupsi
- mendorong transparansi dalam pemerintahan
- memperkuat sistem pengawasan anggaran
- membangun budaya antikorupsi sejak dini
- mengajak pemuda dan masyarakat berpartisipasi dalam gerakan antikorupsi
PBB menekankan bahwa pencegahan korupsi bukan hanya tugas pemerintah. Masyarakat, pebisnis, akademisi, media, hingga lembaga sosial memiliki peran penting.
Korupsi sebagai Masalah Global yang Kompleks
Korupsi hadir dalam banyak bentuk, seperti suap, gratifikasi, nepotisme, mark-up anggaran, konflik kepentingan, pemerasan, hingga perdagangan pengaruh. Dampaknya pun sangat luas:
- menurunkan kualitas pelayanan publik
- menghambat pembangunan
- membuat biaya hidup meningkat
- merusak sistem hukum
- memperluas kesenjangan sosial
- menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap negara
Di negara berkembang, dampak korupsi lebih terasa karena dana pembangunan sering bocor sebelum sampai kepada masyarakat.
Menurut beberapa lembaga internasional, negara-negara dengan tingkat korupsi tinggi cenderung memiliki kualitas infrastruktur rendah, angka kemiskinan tinggi, dan pertumbuhan ekonomi lambat.
Perkembangan Kampanye Hari Anti Korupsi Sedunia dari Tahun ke Tahun
Sejak ditetapkan, peringatan ini berkembang pesat. Setiap tahun, PBB merilis tema utama. Beberapa kampanye global mencakup:
- transparansi dalam anggaran publik
- peran generasi muda dalam melawan korupsi
- pentingnya melindungi pelapor (whistleblower)
- kerja sama lintas negara
- penggunaan teknologi untuk pencegahan korupsi
- integritas di sektor jasa publik
Kampanye-kampanye ini mendorong berbagai negara membuat inovasi, seperti layanan publik digital, sistem e-budgeting, open data pemerintah, dan pelaporan korupsi berbasis aplikasi.
Peringatan Hari Anti Korupsi di Indonesia
Indonesia termasuk negara yang aktif memperingati hari ini. Beberapa kegiatan yang sering dilakukan:
- kampanye publik oleh KPK
- edukasi antikorupsi di sekolah dan kampus
- lomba kreatif kampanye antikorupsi
- seminar dan diskusi publik
- peluncuran program transparansi anggaran
- pelatihan integritas bagi ASN
Meskipun masih menghadapi banyak tantangan, Indonesia terus memperbaiki sistem hukum, memperkuat digitalisasi pelayanan publik, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan.
Tantangan Pemberantasan Korupsi Modern
Meskipun dunia lebih siap secara hukum, korupsi tetap berkembang dengan metode baru. Tantangan utama saat ini meliputi:
- penyembunyian aset melalui perusahaan cangkang
- korupsi digital dan manipulasi data
- perdagangan pengaruh secara terselubung
- penyebaran disinformasi untuk menutupi kejahatan
- lemahnya perlindungan pelapor
Karena itu, pemberantasan korupsi harus terus beradaptasi dengan teknologi dan pola kejahatan baru.
Kesimpulan
Hari Anti Korupsi Sedunia yang diperingati setiap 9 Desember adalah momentum penting dalam perjuangan global melawan korupsi. Penetapannya berakar pada penandatanganan UNCAC tahun 2003 di Meksiko, sebuah konvensi internasional yang menjadi standar hukum dunia dalam pencegahan dan penindakan korupsi.
Korupsi tetap menjadi ancaman bagi keadilan, kesejahteraan, dan pembangunan. Dengan memahami sejarah dan makna peringatannya, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya integritas, transparansi, dan partisipasi aktif dalam memerangi korupsi dari level terkecil hingga terbesar.
Next News

Menelusuri Jejak Sejarah Hari Migran Internasional: Mengapa 18 Desember Begitu Krusial bagi Dunia?
2 months ago

Hari Juang Kartika (15 Desember): Sejarah Heroik Palagan Ambarawa dan Makna 'Tentara Rakyat' TNI AD
2 months ago

Sejarah Hari Gunung Internasional (International Mountain Day): Kenapa 11 Desember Penting Banget?
2 months ago

Sejarah Hari Pencegahan Genosida Internasional dan Proses Pengesahannya
2 months ago

Sejarah Hari Armada Republik Indonesia dan Asal-Usul Penetapannya
2 months ago

Sejarah Hari Penerbangan Sipil Internasional
2 months ago

Sejarah Hari Tanah Sedunia dan Latar Belakang Penetapannya
2 months ago

Sejarah Hari Sukarelawan Internasional dan Makna Pentingnya bagi Dunia
2 months ago

4 Desember: Hari Krusial untuk Masa Depan Bumi
2 months ago

4 Desember: Makna Artileri Penjaga Kemerdekaan Bangsa
2 months ago