Cara Melihat Konjungsi Bulan dan Jupiter Tanpa Teleskop
Fajar - Thursday, 04 December 2025 | 07:00 PM


Gudnus - Jika kamu mengira fenomena astronomi hanya bisa dinikmati lewat teleskop mahal, kamu salah besar. Justru salah satu fenomena langit paling indah untuk pemula adalah konjungsi Bulan dan Jupiter, dan kerennya lagi, kamu tidak butuh teleskop sama sekali. Dua objek langit ini cukup terang, mudah ditemukan, dan bisa dinikmati dari mana saja di Indonesia. Selama langit cerah, kamu bahkan bisa melihatnya hanya dengan berdiri di depan rumah.
Apa Itu Konjungsi Bulan dan Jupiter? (Singkat dan Simpel)
Konjungsi adalah momen ketika dua benda langit tampak berdekatan jika dilihat dari Bumi. Dalam kasus ini, Bulan dan Jupiter terlihat “ngedate” di langit malam, walaupun sebenarnya mereka sangat jauh satu sama lain.
Karena keduanya terang, kamu bisa melihatnya secara jelas:
- Bulan: terang keperakan
- Jupiter: titik putih terang yang tidak berkelap kelip
Dan karena Jupiter tidak berkelip, kamu bisa langsung mengenalinya meski tanpa alat bantu.
Mengapa Konjungsi Bulan–Jupiter Cocok untuk Pemula?
Dibanding fenomena lain seperti gerhana cincin atau hujan meteor, konjungsi Bulan–Jupiter memiliki kelebihan:
- Terlihat dari seluruh wilayah Indonesia
- Tidak butuh teleskop sama sekali
- Terlihat di awal malam sehingga nyaman untuk diamati
- Bisa difoto dengan kamera HP
- Tidak perlu menunggu lama karena mudah ditemukan
- Indah meski dilihat dari kota
Ini sebabnya konjungsi termasuk rekomendasi terbaik untuk Gen Z yang ingin mencoba hobi baru melihat langit.
Cara Melihat Konjungsi Bulan dan Jupiter Tanpa Teleskop
Berikut langkah langkah paling mudah yang bisa kamu ikuti.
1. Cari Lokasi dengan Langit Terbuka
Kamu tidak perlu pergi jauh, cukup cari tempat yang:
- bebas hambatan (tidak terhalang gedung atau pohon)
- menghadap ke timur atau tenggara
- minim polusi cahaya
Beberapa tempat favorit:
- halaman rumah
- rooftop
- pantai
- taman kota
- pinggir kota
- lapangan sepak bola
Asal langit tidak tertutup awan, kamu sudah bisa menikmati fenomenanya.
2. Kenali Arah Mata Angin
Kamu tidak harus hafal kompas, tapi mengetahui sedikit arah sangat membantu. Saat konjungsi, biasanya Bulan dan Jupiter akan muncul di arah timur, lalu bergerak ke tenggara hingga selatan saat malam makin larut.
Trik mudah tanpa kompas:
Gunakan aplikasi seperti Kompas, atau lihat posisi matahari terbenam. Timur berada di sisi berlawanan.
3. Mulailah Mengamati Setelah Matahari Terbenam
Waktu ideal untuk pengamatan adalah sekitar:
- 30–60 menit setelah matahari terbenam
- atau sekitar 18.45–22.00 WIB untuk wilayah Indonesia
Pada waktu itu, Bulan sudah naik cukup tinggi, cahaya langit cukup gelap, dan Jupiter muncul sebagai titik terang besar.
Ini adalah “golden time” bagi pemula.
4. Temukan Bulan Terlebih Dahulu
Cara paling mudah adalah dengan mencari Bulan. Karena Bulan jauh lebih terang, ia menjadi titik referensi utama.
Begitu kamu menemukan Bulan, cukup lihat sedikit di sebelahnya, biasanya dalam jarak beberapa derajat, kamu akan melihat Jupiter sebagai “bintang besar” yang stabil cahayanya.
Jika cahayanya berkedip, berarti itu bintang, bukan planet.
5. Gunakan Aplikasi Observasi Langit (Wajib untuk Pemula)
Karena kamu Gen Z, pasti familiar banget dengan aplikasi smartphone. Nah, ada banyak aplikasi astronomi yang bisa memandu kamu menemukan posisi Bulan dan Jupiter secara akurat.
Rekomendasi aplikasi:
- Stellarium Mobile
- Sky Tonight
- Star Walk
- SkyView Lite
- Night Sky
Tinggal arahkan HP ke langit, aplikasinya bakal memberi label langsung. Persis seperti AR di game.
6. Amati Selama 10–20 Menit
Banyak orang hanya melihat sekilas, padahal jika kamu meluangkan beberapa menit, kamu bisa melihat:
- bagaimana Bulan bergerak naik perlahan
- bagaimana Jupiter berubah posisi dari menit ke menit
- satelit Jupiter jika memakai teropong kecil
- perubahan warna langit yang dramatis
Mengamati langit itu bukan hanya melihat objeknya, tetapi menikmati prosesnya.
7. Gunakan Kamera HP untuk Mengabadikan Momen
Kabar baiknya, kamera HP zaman sekarang sudah sangat mumpuni untuk memotret konjungsi.
Tips mudah:
- gunakan mode malam
- kurangi exposure agar Bulan tidak over
- stabilkan HP (tempel ke tembok atau pakai tripod kecil)
- gunakan zoom 2x atau 3x jika ada
- ambil beberapa sudut berbeda
Hasilnya mungkin tidak se-detail kamera DSLR, tapi cukup untuk dokumentasi dan posting di Instagram atau TikTok.
Tips Maksimal Menikmati Konjungsi
Supaya pengalamanmu makin seru, coba tips berikut.
1. Bawa Teman atau Partner
Mengamati fenomena langit selalu lebih menyenangkan ketika dilakukan bareng orang lain. Bisa teman dekat, pasangan, atau keluarga.
Selain lebih aman, bisa juga jadi momen bonding.
2. Gunakan Musik atau Podcast
Banyak pengamat langit suka memutar lagu mellow atau instrumental saat observasi. Suasana jadi lebih tenang dan atmosfernya kena banget.
3. Gunakan Jaket
Angin malam kadang dingin. Pastikan kamu nyaman saat mengamati.
4. Catat Pengamatanmu
Kamu bisa membuat “sky journal” berisi:
- waktu pengamatan
- cuaca
- posisi Bulan dan Jupiter
- suasana langit
- foto hasil jepretan
Ini bisa menjadi kebiasaan seru, seperti bullet journal versi kosmis.
Fakta Menarik Tentang Jupiter dan Bulan
Supaya kamu makin kagum saat mengamati, berikut sedikit fun fact astronomi.
1. Jupiter Lebih Besar dari 1.300 Bumi
Kalau Jupiter itu kos-kosan, bisa muat satu planet Bumi di tiap kamar.
2. Jupiter Tidak Pernah Berkelip
Karena planet memantulkan cahaya, bukan memancarkan seperti bintang.
3. Bulan Bergerak Cepat
Dalam satu jam, Bulan bergerak sekitar 0.5 derajat. Itu sebabnya posisinya berubah signifikan saat kamu mengamati.
4. Satelit Jupiter Bisa Terlihat Dengan Teropong
Teropong kecil 8x42 saja sudah bisa menampakkan 2–4 satelit Jupiter sebagai titik kecil.
Apakah Konjungsi Bisa Dilihat Saat Cuaca Berawan?
Jika hanya sedikit awan tipis, Bulan tetap terlihat karena cahayanya kuat. Tapi Jupiter bisa tertutup.
Jadi, untuk hasil maksimal:
- cek prakiraan cuaca
- pilih tempat dengan langit terbuka
Wilayah terbaik biasanya:
- Jawa Timur
- Bali
- NTB
- NTT
Karena sering punya langit lebih bersih.
Penutup
Melihat konjungsi Bulan dan Jupiter tanpa teleskop itu sangat mudah, murah, dan menyenangkan. Fenomena ini bisa kamu nikmati dari kota besar, tanpa peralatan, cukup modal penasaran dan langit cerah.
Bagi banyak orang, mengamati fenomena langit bisa menjadi momen healing, self-reflection, sekaligus cara mencari keheningan setelah hari yang melelahkan. Dan siapa tahu, dari pengalaman sederhana ini, kamu bisa menemukan hobi baru yang menyenangkan.
Next News

Dibalik Pundi Remitansi: Menelusuri Labirin Tantangan Migran Global di Tahun 2025
2 months ago

Cara Mengamati Bulan Kuartal Awal dengan Mata Telanjang: Panduan untuk Pemula
2 months ago

Pengaruh Fase Bulan Kuartal Awal terhadap Kondisi Langit Malam
2 months ago

Apa Itu Fase Bulan Kuartal Awal dan Bagaimana Terjadinya?
2 months ago

Jupiter Paling Terang Desember 2025, Ini Penjelasan Lengkapnya
2 months ago

Jadwal Konjungsi Bulan dan Jupiter Desember 2025
2 months ago

Dunia Paus: Keindahan dan Misteri Bawah Laut
2 months ago

Selamatkan Paus: Suara dari Kedalaman Samudra
2 months ago

Ternyata Nyata! Perbudakan Modern di Sekelilingmu
2 months ago

Paus: Simbol Keindahan & Misteri Samudra yang Agung
2 months ago