Biar Gak Burnout Terus: 12 Panduan Merawat Diri untuk Mental yang Lebih Kuat
Fajar - Thursday, 04 December 2025 | 09:00 PM


Kenapa Kesehatan Mental Itu Penting Banget?
Gudnus - Di zaman sekarang, tuntutan hidup makin beragam. Mulai dari kerjaan, kuliah, hubungan, keluarga, media sosial, sampai ekspektasi diri sendiri. Tidak heran kalau banyak orang, terutama Gen Z, merasa cepat lelah secara mental. Stres, burnout, cemas, overthinking, insomnia, semuanya seolah datang tanpa permisi.
Kesehatan mental bukan cuma soal “tidak sakit jiwa”. Lebih dari itu, kesehatan mental menyangkut:
- cara berpikir
- cara merasakan
- cara mengambil keputusan
- cara berinteraksi
- cara menghadapi masalah
- cara mencintai diri sendiri
Dan yang sering dilupakan: kesehatan mental memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.
Self care bukan gaya hidup mewah. Self care adalah kebutuhan dasar.
Tips Merawat Diri untuk Kesehatan Mental
Artikel ini tidak hanya berisi teori, tapi juga tips praktis yang bisa kamu lakukan bahkan di hari yang sibuk. Yuk mulai dari yang paling sederhana.
1. Dengarkan Tubuh dan Emosimu
Kadang kita terlalu sibuk sampai lupa merasa. Padahal tubuh dan pikiran selalu memberi sinyal.
Tanda tubuhmu butuh istirahat:
- susah fokus
- gampang capek
- sering sakit kepala
- susah tidur
- mudah tersinggung
Tanda emosimu butuh istirahat:
- gampang marah
- pengen nangis tanpa alasan jelas
- ngerasa kosong
- kehilangan minat pada hal yang kamu suka
- sulit bangun dari tempat tidur
Mengenali sinyal ini adalah langkah pertama untuk self care yang benar.
2. Kurangi Overthinking dengan Teknik Grounding
Overthinking adalah masalah klasik Gen Z. Pikiran kemana mana, tapi tidak ke mana mana.
Coba teknik grounding 5-4-3-2-1:
- sebutkan 5 hal yang kamu lihat
- 4 hal yang bisa kamu sentuh
- 3 hal yang kamu dengar
- 2 hal yang bisa kamu cium
- 1 hal yang bisa kamu rasakan di tubuh
Teknik ini membantu menarik pikiran kembali ke momen sekarang, bukan ke masa lalu atau masa depan yang bikin cemas.
3. Atur Ruang Hidupmu
Ruang yang berantakan sering bikin pikiran kacau. Tapi kamu tidak harus merapikan semuanya sekaligus.
Cukup lakukan yang kecil:
- rapikan meja kerja
- bersihkan kamar tidur
- ganti sprei
- buang sampah kecil
- nyalakan aroma terapi
Ruang yang rapi menciptakan energi yang lebih positif dan menenangkan.
4. Batasi Konsumsi Media Sosial
Media sosial itu seperti pisau: berguna, tapi bisa melukai.
Beberapa hal yang terbukti mempengaruhi kesehatan mental:
- doom scrolling
- banding bandingkan hidup
- berita negatif bertubi tubi
- komentar jahat
- FOMO
Solusi sederhana:
- matikan notifikasi
- batasi screen time
- unfollow akun yang memicu stres
- ikuti akun edukasi dan healing
- lakukan digital detox beberapa jam per hari
Medsos harus kamu kendalikan, bukan kamu yang dikendalikan.
5. Tidur yang Cukup, Bukan Hanya Tidur Banyak
Tidur adalah pondasi mental health. Kekurangan tidur bisa memicu cemas, stres, bahkan depresi.
Tips tidur lebih baik:
- hindari HP 30 menit sebelum tidur
- kamar gelap dan sejuk
- gunakan alarm yang lembut
- jangan minum kopi setelah jam 5 sore
- lakukan rutinitas malam sederhana
Tidur yang berkualitas bisa jadi obat terbaik untuk pikiran yang lelah.
6. Bergerak, Meski 5 Menit Saja
Olahraga tidak harus berat. Cukup:
- jalan kaki
- stretching
- yoga ringan
- lompat kecil
- gerak bebas sambil denger musik
Aktivitas fisik memicu pelepasan endorfin, hormon bahagia yang membantu merilekskan pikiran.
Yang penting bukan intensitas, tapi konsistensi.
7. Berbicara dengan Orang yang Kamu Percaya
Kamu tidak harus menghadapi semuanya sendirian.
Coba cerita pada:
- sahabat
- keluarga
- pasangan
- mentor
- psikolog
Kadang, hanya dengan mengeluarkan apa yang kamu rasakan, beban itu sudah berkurang 30 persen.
Kalimat sederhana seperti “aku lagi gak baik baik aja” bisa jadi awal yang penting.
8. Tuliskan Isi Pikiranmu (Journaling)
Journaling membantu:
- memahami pola emosimu
- menenangkan kepala yang penuh
- menemukan masalah inti
- memvalidasi perasaan
Kamu bisa menulis apa pun:
- hal yang disyukuri
- perasaan jujur hari ini
- masalah yang bikin sesak
- rencana kecil besok
Bahkan satu paragraf pun sudah sangat membantu.
9. Lakukan Aktivitas yang Bikin Kamu Tenang
Setiap orang punya “zona nyaman” masing-masing. Cari aktivitas yang bikin kamu merasa pulih.
Contoh:
- mendengarkan musik
- membaca novel ringan
- menonton film favorit
- masak makanan sederhana
- menggambar
- berkebun kecil
- minum teh hangat
- mandi air hangat
Self care bukan tentang tren, tapi tentang apa yang membuatmu nyaman.
10. Terima Bahwa Tidak Semua Hari Produktif
Gen Z sering terjebak budaya produktivitas: harus selalu sibuk, harus selalu berprestasi.
Padahal manusia tidak dirancang untuk efisien setiap hari.
Kamu boleh:
- istirahat
- rebahan
- tidak membalas chat
- menunda sejenak
- berhenti memaksakan
Istirahat adalah bagian dari produktivitas.
11. Minta Bantuan Profesional Jika Dibutuhkan
Jika kamu merasa:
- terus menerus sedih
- tidak semangat hidup
- serangan panik berulang
- pikiran gelap muncul
- aktivitas harian jadi terganggu
Itu saatnya mencari bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater.
Minta bantuan bukan tanda kelemahan. Justru itu tanda kekuatan.
12. Validasi Dirimu Sendiri
Validasi diri adalah kemampuan menerima perasaan tanpa menghakimi.
Contoh validasi:
- “Wajar kok aku capek.”
- “Aku memang butuh istirahat hari ini.”
- “Gak apa apa kalau aku belum bisa sempurna.”
Ketika kamu bisa memvalidasi dirimu, kamu tidak akan mudah runtuh oleh tekanan luar.
Mengapa Self Care Penting untuk Gen Z?
Karena Gen Z hidup di era yang penuh tekanan digital dan informasi cepat. Banyak dari kalian yang harus menghadapi:
- pekerjaan fleksibel tapi konsumtif energi
- ekspektasi karier yang tinggi
- tuntutan sosial
- perbandingan hidup di media sosial
- tekanan finansial
- overthinking dan burnout
Self care adalah rem alami agar pikiran tidak terbakar habis.
Penutup
Self care bukan sesuatu yang mewah atau egois. Ini adalah bentuk tanggung jawab terhadap tubuh, pikiran, dan hidupmu. Dunia bisa sangat melelahkan, tapi dengan merawat diri, kamu bisa tetap berdiri kokoh dan waras melewati hari hari sulit.
Kamu berhak bahagia. Kamu berhak istirahat. Kamu berhak merasa aman di dalam diri sendiri.
Dan ingat: tidak apa apa untuk tidak baik baik saja. Yang penting, kamu terus belajar merawat dirimu dengan cara yang sehat.
Next News

Psikolog Mahal? Atasi Stres Tanpa Bikin Dompet Nangis
2 months ago

Mengapa Dongeng Penting? Cara Anak Belajar & Tumbuh Peka
2 months ago

Mengapa Mikroba Selalu Selangkah di Depan Kita?
2 months ago

Mengenal Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2: Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya
3 months ago

Makanan yang Membantu Menurunkan Gula Darah Secara Alami: Pilihan Sehat untuk Stabilitas Energi
3 months ago

Tips Memilih Faskes yang Nyaman untuk Keluarga: Panduan Aman, Nyaman, dan Sesuai Kebutuhan
3 months ago

Cara Pindah Faskes BPJS Secara Online: Panduan Mudah dan Resmi untuk Peserta JKN
3 months ago

Fakta dan Mitos Seputar Diabetes: Memahami Realita untuk Mencegah Risiko
3 months ago

Makanan yang Harus Dihindari untuk Mengontrol Gula Darah: Panduan Sehat untuk Hidup Lebih Stabil
3 months ago

Dampak Kurang Tidur: Mengapa Tubuh dan Pikiran Tidak Bisa Berfungsi Optimal Tanpanya
3 months ago