Gerhana Matahari Bakal Datang Lagi pada 2026. Ini yang Perlu Kamu Tahu
Fajar - Thursday, 27 November 2025 | 01:30 PM


Gudnus - Memasuki akhir tahun 2025, banyak yang penasaran kapan gerhana matahari berikutnya akan terjadi. Fenomena ini selalu menarik karena jarang muncul dan hanya bisa diamati dari lokasi tertentu. Menjelang tahun 2026, bumi akan mengalami dua gerhana matahari yang cukup besar dan menjadi perhatian para pengamat langit.
Walau tidak semua gerhana dapat dilihat dari Indonesia, informasi jadwal tetap penting untuk mengetahui perkembangan astronomi dan mempersiapkan pengamatan jika memungkinkan.
Jadwal Gerhana Matahari Tahun 2026
Pada tahun 2026 akan terjadi dua jenis gerhana matahari utama yaitu:
1. Gerhana Matahari Cincin
Tanggal: 17 Februari 2026
Gerhana cincin terjadi ketika bulan berada agak jauh dari bumi sehingga tidak menutup matahari sepenuhnya. Hasilnya adalah piringan matahari yang masih tampak melingkar seperti cincin cahaya.
Gerhana ini hanya terlihat sebagai cincin di lokasi yang dilalui pusat bayangan bulan. Di wilayah lain, hanya terlihat sebagai gerhana parsial.
2. Gerhana Matahari Total
Tanggal: 12 Agustus 2026
Gerhana total terjadi ketika seluruh piringan matahari tertutup oleh bulan. Pada momen ini, langit akan gelap seperti malam selama beberapa menit, dan corona matahari terlihat jelas.
Gerhana total selalu menjadi favorit para pengamat karena keindahannya yang spektakuler dan efek perubahan cahaya di sekitar lokasi totalitas.
Apakah Gerhana Matahari 2026 Bisa Dilihat dari Indonesia
Untuk tahun 2026, jalur gerhana cincin dan total berada di luar wilayah Indonesia. Itu berarti Indonesia tidak akan berada di jalur totalitas atau cincin, sehingga fenomena tidak bisa diamati secara maksimal dari tanah air.
Meski begitu, sebagian kawasan dunia tetap dapat menikmati fenomena ini tergantung lokasi lintas bayangan. Jika tetap ingin menikmatinya, kamu bisa mengikuti siaran langsung atau mengikuti kegiatan komunitas astronomi yang mengadakan petualangan observasi ke lokasi jalur gerhana.
Kenapa Hanya Tertentu Wilayah yang Bisa Melihat Gerhana
Gerhana matahari terjadi ketika bulan, bumi, dan matahari berada pada satu garis lurus. Namun karena orbit bulan miring dan bayangan bulan jatuh di area sempit di permukaan bumi, tidak semua wilayah mendapatkan fenomena yang sama.
Hanya tempat yang dilintasi oleh bayangan pusat bulan yang dapat melihat gerhana total atau cincin. Wilayah lain biasanya hanya menyaksikan gerhana parsial, bahkan ada yang tidak melihat sama sekali.
Jenis Jenis Gerhana Matahari
Agar lebih mudah memahami fenomenanya, berikut jenis gerhana matahari yang sering terjadi.
Gerhana Total
Terjadi ketika bulan menutupi seluruh piringan matahari. Langit menjadi gelap dan corona matahari terlihat.
Gerhana Cincin
Terjadi ketika bulan tidak sepenuhnya menutupi matahari. Sisa cahaya matahari tampak sebagai cincin api.
Gerhana Parsial
Terjadi ketika bulan hanya menutupi sebagian matahari. Fenomena ini paling umum dan bisa dilihat dari wilayah yang berada di luar jalur totalitas atau cincin.
Cara Aman Mengamati Gerhana Matahari
Melihat gerhana matahari tidak bisa dilakukan dengan mata telanjang karena radiasi cahaya dapat merusak retina. Berikut panduan aman yang perlu diikuti:
- Gunakan kacamata khusus gerhana dengan standar keamanan internasional
- Hindari melihat matahari dengan kacamata biasa atau kamera tanpa filter
- Gunakan metode proyeksi seperti pinhole projector jika tidak memiliki alat khusus
- Untuk memotret, gunakan filter matahari di depan lensa kamera
- Amati kondisi cuaca dan pilih lokasi dengan langit cukup cerah
Dengan mengikuti panduan ini, kamu bisa menikmati fenomena langit tanpa risiko kesehatan.
Alternatif Jika Gerhana Tidak Terlihat dari Indonesia
Walaupun tidak semua gerhana bisa disaksikan langsung, kamu tetap bisa menikmati pengalamannya melalui beberapa cara berikut:
- Menonton siaran langsung dari observatorium luar negeri
- Mengikuti tur astronomi ke negara yang berada di jalur gerhana
- Menggunakan aplikasi simulasi gerhana untuk melihat jalur dan durasi
- Mengikuti edukasi astronomi untuk memahami fenomenanya secara ilmiah
Bagi kamu yang menyukai langit malam, opsi ini tetap memberikan pengalaman menyenangkan.
Kesimpulan
Tahun 2026 menghadirkan dua fenomena besar yaitu gerhana matahari cincin pada Februari dan gerhana matahari total pada Agustus. Meski jalurnya tidak melewati Indonesia, fenomena ini tetap menarik untuk dipelajari dan diikuti melalui siaran langsung atau aktivitas komunitas astronomi.
Mengamati gerhana memberikan pengalaman unik sekaligus memperluas wawasan tentang dinamika bumi dan bulan. Dengan persiapan yang tepat, momen ini akan menjadi pengalaman edukatif dan mengesankan.
Next News

Menanti Bintang Jatuh Terakhir: Jam Terbaik Melihat Hujan Meteor Ursids dengan Mata Telanjang
a month ago

Mengapa Geminids Disebut 'Raja Meteor'? Asal Usul Unik dari Asteroid dan Alasan Selalu Dinantikan
2 months ago

Mengapa Genosida Sangat Merusak? Ini Dampak dan Upaya Pencegahannya
2 months ago

Fase Bulan 8 Desember 2025: Jadwal Lengkap dan Cara Melihatnya dari Indonesia
2 months ago

Banjir Rob Adalah: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengantisipasinya
2 months ago

Perkembangan Industri Penerbangan Sipil dari Masa ke Masa
2 months ago

Cara Klaim Asuransi Travelling Ketika Terjadi Risiko: Panduan Lengkap untuk Traveler
2 months ago

Jenis-Jenis Asuransi Perjalanan dan Apa Saja yang Ditanggung
2 months ago

Manfaat Asuransi Travelling untuk Perjalanan Domestik dan Luar Negeri
2 months ago

Ancaman Kerusakan Tanah dan Dampaknya bagi Lingkungan
2 months ago