Daftar Game Riot Games: Dari League of Legends Hingga Valorant
Fajar - Thursday, 29 January 2026 | 01:42 PM


Gudnus - Selama bertahun-tahun, Riot Games identik dengan satu judul besar. Namun, saat ini mereka telah bertransformasi menjadi pengembang multigenre yang menguasai berbagai pangsa pasar. Setiap game yang dirilis Riot memiliki karakteristik unik, namun tetap membawa benang merah yang sama: kompetisi yang adil dan dukungan komunitas yang kuat. Berikut adalah panduan genre dan daftar game utama dalam ekosistem Riot Games.
1. Multiplayer Online Battle Arena (MOBA)
Genre ini adalah fondasi kesuksesan Riot. MOBA menggabungkan strategi real-time dengan kontrol karakter tunggal dalam sebuah tim.
- League of Legends (PC): Game legendaris yang mempopulerkan genre MOBA secara global. Pemain mengontrol "Champion" untuk menghancurkan Nexus lawan di peta Summoner's Rift.
- League of Legends: Wild Rift (Mobile): Versi yang dibangun ulang khusus untuk perangkat seluler. Meskipun memiliki kemiripan visual, mekanik dan tempo permainannya jauh lebih cepat dibandingkan versi PC. Bagi pemain baru, memahami Strategi Menguasai Role di League of Legends adalah langkah awal yang krusial sebelum terjun ke mode kompetitif.
2. Tactical First-Person Shooter (FPS)
Riot melakukan ekspansi besar dengan memasuki pasar FPS yang kompetitif, namun dengan sentuhan unik pada kemampuan karakter.
- Valorant: Bukan sekadar game tembak-menembak biasa. Valorant menggabungkan presisi tembakan (gunplay) dengan kemampuan khusus dari para "Agent". Setiap Agent memiliki peran spesifik, mulai dari inisiator hingga penjaga area. Karena grafisnya yang mendetail namun optimal, pemain sering mencari Cara Optimalisasi FPS di Valorant agar tetap kompetitif meski dengan perangkat terbatas.
3. Auto-Battler (Strategy)
Genre ini lebih mengedepankan strategi manajemen sumber daya dan penempatan posisi daripada kecepatan tangan.
- Teamfight Tactics (TFT): Pemain menyusun tim yang terdiri dari karakter League of Legends. Karakter-karakter ini akan bertarung secara otomatis melawan tim pemain lain. Kunci kemenangan di sini adalah memahami sinergi antar unit dan ekonomi di dalam game. TFT tersedia secara cross-platform di PC dan Mobile.
4. Collectible Card Game (CCG)
Riot juga merambah pasar permainan kartu digital yang kompetitif namun tetap ramah bagi pemain gratisan.
- Legends of Runeterra (LoR): Game kartu yang berfokus pada kedalaman strategi dan lore dunia Runeterra. Berbeda dengan CCG lain, LoR memiliki sistem perolehan kartu yang sangat dermawan, memungkinkan pemain membangun dek terkuat tanpa harus mengeluarkan banyak uang.
5. Integrasi Ekosistem dan Keamanan
Semua game di atas berada dalam satu naungan akun global. Hal ini memudahkan pemain untuk berpindah antar game tanpa harus membuat identitas baru. Namun, karena semua game ini sangat kompetitif, Riot menerapkan sistem keamanan yang sangat ketat untuk menjaga integritas kompetisi.
Sebagai contoh, sistem anti-cheat mereka yang terkenal, Mengenal Vanguard: Teknologi Anti-Cheat Riot Games, terintegrasi langsung dengan judul-judul besar seperti Valorant untuk memastikan tidak ada pemain yang menggunakan cara curang.
Kesimpulan
Riot Games telah berhasil menciptakan variasi genre yang mampu menarik berbagai jenis pemain, mulai dari penggemar aksi cepat di FPS hingga pemikir strategis di permainan kartu. Transformasi ini memperkuat posisi mereka yang dibahas dalam Mengenal Riot Games.
Apapun game yang Anda pilih, pastikan akun Anda sudah terintegrasi dengan benar. Simak Panduan Migrasi Akun Riot Games untuk menjaga seluruh progres permainan Anda tetap aman dalam satu wadah.Selama bertahun-tahun, Riot Games identik dengan satu judul besar. Namun, saat ini mereka telah bertransformasi menjadi pengembang multigenre yang menguasai berbagai pangsa pasar. Setiap game yang dirilis Riot memiliki karakteristik unik, namun tetap membawa benang merah yang sama: kompetisi yang adil dan dukungan komunitas yang kuat. Berikut adalah panduan genre dan daftar game utama dalam ekosistem Riot Games.
1. Multiplayer Online Battle Arena (MOBA)
Genre ini adalah fondasi kesuksesan Riot. MOBA menggabungkan strategi real-time dengan kontrol karakter tunggal dalam sebuah tim.
- League of Legends (PC): Game legendaris yang mempopulerkan genre MOBA secara global. Pemain mengontrol "Champion" untuk menghancurkan Nexus lawan di peta Summoner's Rift.
- League of Legends: Wild Rift (Mobile): Versi yang dibangun ulang khusus untuk perangkat seluler. Meskipun memiliki kemiripan visual, mekanik dan tempo permainannya jauh lebih cepat dibandingkan versi PC. Bagi pemain baru, memahami Strategi Menguasai Role di League of Legends: Wild Rift bagi Pemula adalah langkah awal yang krusial sebelum terjun ke mode kompetitif.
2. Tactical First-Person Shooter (FPS)
Riot melakukan ekspansi besar dengan memasuki pasar FPS yang kompetitif, namun dengan sentuhan unik pada kemampuan karakter.
- Valorant: Bukan sekadar game tembak-menembak biasa. Valorant menggabungkan presisi tembakan (gunplay) dengan kemampuan khusus dari para "Agent". Setiap Agent memiliki peran spesifik, mulai dari inisiator hingga penjaga area. Karena grafisnya yang mendetail namun optimal, pemain sering mencari Cara Optimalisasi FPS di Valorant agar tetap kompetitif meski dengan perangkat terbatas.
3. Auto-Battler (Strategy)
Genre ini lebih mengedepankan strategi manajemen sumber daya dan penempatan posisi daripada kecepatan tangan.
- Teamfight Tactics (TFT): Pemain menyusun tim yang terdiri dari karakter League of Legends. Karakter-karakter ini akan bertarung secara otomatis melawan tim pemain lain. Kunci kemenangan di sini adalah memahami sinergi antar unit dan ekonomi di dalam game. TFT tersedia secara cross-platform di PC dan Mobile.
4. Collectible Card Game (CCG)
Riot juga merambah pasar permainan kartu digital yang kompetitif namun tetap ramah bagi pemain gratisan.
- Legends of Runeterra (LoR): Game kartu yang berfokus pada kedalaman strategi dan lore dunia Runeterra. Berbeda dengan CCG lain, LoR memiliki sistem perolehan kartu yang sangat dermawan, memungkinkan pemain membangun dek terkuat tanpa harus mengeluarkan banyak uang.
5. Integrasi Ekosistem dan Keamanan
Semua game di atas berada dalam satu naungan akun global. Hal ini memudahkan pemain untuk berpindah antar game tanpa harus membuat identitas baru. Namun, karena semua game ini sangat kompetitif, Riot menerapkan sistem keamanan yang sangat ketat untuk menjaga integritas kompetisi.
Sebagai contoh, sistem anti-cheat mereka yang terkenal, Vanguard: Teknologi Anti-Cheat Riot Games, terintegrasi langsung dengan judul-judul besar seperti Valorant untuk memastikan tidak ada pemain yang menggunakan cara curang.
Kesimpulan
Riot Games telah berhasil menciptakan variasi genre yang mampu menarik berbagai jenis pemain, mulai dari penggemar aksi cepat di FPS hingga pemikir strategis di permainan kartu. Transformasi ini memperkuat posisi mereka yang dibahas dalam Mengenal Riot Games.
Apapun game yang Anda pilih, pastikan akun Anda sudah terintegrasi dengan benar. Simak Panduan Migrasi Akun Riot Games untuk menjaga seluruh progres permainan Anda tetap aman dalam satu wadah.
Next News

Tips Jago Main Wild Rift: Memahami Tugas Solo Lane, Mid, Jungle, dan Duo Lane
5 days ago

Panduan Menghubungkan Akun Riot Games ke Google, Xbox, dan Facebook
6 days ago

Panduan Optimasi Valorant 2026: Tips Anti-Lag dan Penyesuaian Performa Maksimal
6 days ago

Apa Itu Riot Vanguard? Mengenal Sistem Keamanan Anti-Cheat di Valorant
6 days ago

Profil Riot Games: Inovasi di Balik Suksesnya League of Legends dan Valorant
6 days ago

Laris Manis! 10 Game Paling Laris di Steam November 2025: Siapa Raja Penjualan Bulan Ini?
2 months ago

Khufra Pro: Kuasai Tank Terbaik Mobile Legends Sekarang!
2 months ago

Game Populer yang Paling Cocok untuk HP Gaming Oktober 2025
3 months ago

5 Game PS5 Terbaik Rilis Oktober 2025 – Apa yang Wajib Kamu Coba?
3 months ago

Ghost of Yotei , Paket Lengkap dengan tambahan Rp. 140.000
4 months ago