Bongkar Tuntas Komponen PKB: Dari NJKB hingga SWDKLLJ, Berapa Sebenarnya Pajak Mobil/Motor Anda?
Fajar - Monday, 15 December 2025 | 02:00 PM


Gudnus - Setiap tahun, kita pasti akan berhadapan dengan lembar STNK yang penuh angka, dan di sana tertera biaya yang wajib kita bayar: Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Angka PKB ini seringkali bikin bingung. Kenapa pajak mobil A lebih mahal dari mobil B, padahal merek dan tahunnya sama? Kenapa motor kedua kita pajaknya tiba-tiba lebih tinggi?
Jawabannya ada di balik rumus perhitungan yang sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Memahami cara menghitung PKB adalah kunci penting untuk mengelola finansial dan menghindari kebingungan saat membayar di Samsat.
Yuk, kita bongkar rumus gampang dan komponen-komponen yang membentuk total PKB yang harus Anda bayar!
1. Memahami Komponen Dasar PKB
Pajak yang Anda bayar di Samsat (saat perpanjangan tahunan) terdiri dari tiga komponen utama:
Komponen 1: PKB (Pajak Kendaraan Bermotor)
Ini adalah biaya pokok atas kepemilikan kendaraan. PKB dihitung berdasarkan dua faktor utama: Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) dan Persentase Pajak.
Komponen 2: SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan)
Ini adalah iuran wajib tahunan yang dikelola oleh Jasa Raharja. Dana ini berfungsi sebagai asuransi untuk korban kecelakaan lalu lintas. Biayanya sudah ditetapkan berdasarkan jenis kendaraan dan bersifat flat (tidak dipengaruhi NJKB).
Komponen 3: Biaya Administrasi (STNK/TNKB)
Biaya ini muncul saat perpanjangan STNK 5 tahunan atau penggantian plat nomor. Untuk pajak tahunan biasa, biaya ini biasanya tidak ada atau sangat kecil.
2. Rumus Utama Perhitungan PKB
Fokus utama kita adalah menghitung PKB Pokok. Inilah rumus dasarnya:
PKB Tahunan = [NJKB x Bobot Koefisien x Persentase Pajak] - Penyusutan Nilai
Mari kita bedah satu per satu variabelnya:
A. NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor)
- Definisi: NJKB adalah nilai jual kendaraan yang ditetapkan oleh Dirjen Pajak. Nilai ini biasanya tertera di lembar STNK Anda (atau bisa dicek online di beberapa provinsi) dan menjadi dasar perhitungan.
- Perlu Dicatat: NJKB bukan harga jual di pasaran, melainkan nilai patokan yang sudah dipotong pajak dan keuntungan diler. Nilai ini akan terus menurun seiring bertambahnya usia kendaraan.
B. Bobot Koefisien (Faktor Jenis Kendaraan)
Pemerintah memberikan koefisien bobot berbeda untuk setiap jenis kendaraan (misalnya, mobil pribadi, bus, atau motor). Biasanya, untuk kendaraan pribadi:
- Mobil Pribadi: Bobot Koefisien = 1.00
- Sepeda Motor: Bobot Koefisien = 1.00
C. Persentase Pajak (Tarif Dasar PKB)
Ini adalah tarif yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi. Tarif ini bervariasi di setiap provinsi, tetapi biasanya berkisar antara:
- Kendaraan Pertama: 1.5% hingga 2.0%
- Tarif ini akan meningkat sesuai sistem Pajak Progresif (lihat poin 3).
3. Faktor X: Memahami Pajak Progresif
Ini adalah faktor yang sering membuat wajib pajak terkejut. Pajak Progresif adalah persentase pajak yang meningkat seiring bertambahnya jumlah kendaraan yang Anda miliki dalam satu Kartu Keluarga (KK) dan merek/jenis yang sama.
Kenapa Ada Progresif? Pajak Progresif bertujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan mendorong masyarakat agar tidak memiliki terlalu banyak kendaraan pribadi dalam satu keluarga.
4. Simulasi Perhitungan PKB Tahunan
Mari kita simulasikan total biaya yang harus Anda bayar di Samsat:
Asumsi Data:
- Jenis Kendaraan: Mobil Pribadi (Kepemilikan ke-1)
- NJKB: Rp 200.000.000
- Tarif Pajak Provinsi (Kendaraan ke-1): 1.5%
- Biaya SWDKLLJ (Mobil Penumpang): Rp 143.000
Langkah 1: Hitung PKB Pokok
PKB = NJKB x Tarif Pajak
PKB = Rp. 200.000 x 1.5%
PKB = Rp. 3.000.000
Langkah 2: Hitung Total Biaya di Samsat
Total Bayar = PKB + SDWKLLJ + Biaya Administrasi
Total Bayar = Rp. 3.000.000 + Rp. 143.000 + Rp. 0
Total Bayar = Rp. 3.143.000
Jika mobil tersebut adalah Kendaraan ke-2 di KK yang sama, maka tarif pajaknya naik menjadi 2.0%, sehingga:
Penutup: Rencanakan Pengeluaran Anda!
Memahami rumus PKB sangat membantu dalam perencanaan finansial. Jika Anda berencana membeli mobil kedua atau ketiga, ingatlah selalu ada faktor Pajak Progresif yang harus diperhitungkan.
Pastikan Anda selalu membayar pajak tepat waktu. Karena selain denda, pajak adalah kontribusi kita untuk pembangunan infrastruktur daerah.
Next News

Panduan Lengkap Harga Dashcam Mobil: Budget Mulai 500 Ribu, Dapat Fitur Apa Saja?
2 months ago

Anti Ribet dan Antre! Panduan Lengkap Cara Bayar Pajak Kendaraan Online Lewat Aplikasi (e-Samsat)
2 months ago

Air Bekas AC untuk Radiator Mobil: Benarkah Hemat atau Justru Bikin Mesin Overheat?
2 months ago

Full Tank Bikin Meledak? Cek Faktanya Disini!
2 months ago

Tips Touring Aman di Musim Hujan Akhir Tahun
2 months ago

Vario Terbaru: Kenapa Semua Mata Langsung Tertuju?
2 months ago

New Vario 125: Dinamis, Kekinian, Anti Ribet!
2 months ago

Perbedaan Sewa Mobil Harian dan Bulanan: Mana yang Lebih Hemat dan Cocok untuk Kebutuhan Anda
3 months ago

Kelebihan Menyewa Mobil Bekas daripada Mobil Baru: Lebih Hemat, Fleksibel, dan Tetap Nyaman
3 months ago

Panduan Santai Mengganti Refill Pengharum Mobil Agar Nggak Kayak Angkot Lama
3 months ago