Kuliner

Anti Amis dan Karet! 7 Tips Memasak Seafood dengan Benar Biar Rasanya Chef’s Kiss

Fajar - Monday, 15 December 2025 | 11:00 AM

Background
Anti Amis dan Karet! 7 Tips Memasak Seafood dengan Benar Biar Rasanya Chef’s Kiss

Gudnus - Siapa sih yang nggak suka seafood? Dari udang yang crunchy, cumi yang lembut, hingga ikan yang flaky di lidah, makanan laut selalu jadi primadona.

Namun, seafood juga terkenal sebagai bahan makanan yang gampang-gampang susah dimasak. Salah sedikit, hasilnya bisa amis, kering, atau bahkan alot kayak karet! Bikin bad mood, kan?

Jangan khawatir! Memasak seafood itu punya triknya sendiri. Kuncinya terletak pada pemilihan bahan dan kontrol waktu yang tepat. Yuk, kita bedah 7 tips pro-level agar masakan laut kamu selalu berhasil sempurna dan rasanya chef’s kiss!

Kualitas rasa dimulai jauh sebelum api dinyalakan.

1. Pastikan Bahannya Super Segar (The Golden Rule!)

Ini adalah hukum utama memasak seafood. Makanan laut yang tidak segar pasti akan menghasilkan rasa dan bau amis yang kuat, tidak peduli seberapa banyak bumbu yang kamu gunakan.

  • Ikan: Cek mata (harus jernih dan menonjol), insang (merah cerah), dan tekstur daging (harus kenyal saat ditekan, tidak lembek).
  • Cumi/Udang: Daging harus berkilau dan kulitnya utuh, tidak berlendir, dan tidak mengeluarkan bau busuk yang menyengat.

2. Hilangkan Bau Amis dengan Metode Asam

Tidak perlu pakai sabun! Cara paling efektif menghilangkan bau amis adalah menggunakan bahan asam.

  • Metode Klasik: Lumuri ikan/udang/cumi dengan air perasan jeruk nipis atau lemon selama 10-15 menit. Setelah itu, bilas bersih.
  • Metode Chef: Rendam sebentar (maksimal 10 menit) dalam larutan air susu tawar dingin (untuk ikan filet) atau lumuri dengan sedikit cuka dapur. Asam dan lemak dalam bahan-bahan ini akan mengikat senyawa trimetilamina (penyebab bau amis).

3. Keringkan Permukaan Sebelum Memasak

Setelah dicuci dan dibumbui, selalu keringkan permukaan seafood (terutama ikan filet) menggunakan tisu dapur sebelum dipanggang atau digoreng.

  • Kenapa? Kelembapan berlebih akan menurunkan suhu minyak atau wajan. Ini menghambat proses searing atau pengeringan kulit, yang membuat seafood menjadi lebih mudah lengket, bertekstur lembek, dan sulit mendapatkan kulit yang crispy saat digoreng.

Di sinilah banyak orang melakukan kesalahan, terutama dalam menentukan waktu.

4. Kuasai Aturan 10 Menit per Inci (Untuk Ikan)

Ini adalah aturan yang dipakai oleh banyak chef profesional untuk memasak ikan filet atau ikan utuh yang tebal.

  • Caranya: Masak ikan selama 10 menit untuk setiap 1 inci (sekitar 2,5 cm) ketebalan ikan, diukur pada bagian paling tebal.
  • Contoh: Jika ikan filet kamu tebalnya 1 inci, masak total 10 menit (5 menit di setiap sisi). Jika tebalnya 2 inci, masak total 20 menit.
  • Indikator Matang: Ikan dianggap matang ketika dagingnya menjadi buram (tidak lagi transparan) dan bisa dipecah dengan mudah menggunakan garpu (flaky).

5. Udang dan Cumi: Waktunya Adalah Segalanya!

Dua kesalahan terbesar saat memasak cumi dan udang adalah: terlalu cepat atau terlalu lama.

  • Udang (Maksimal 3 Menit): Udang hanya butuh waktu masak sangat singkat, sekitar 2-3 menit saja. Indikatornya, udang akan berubah warna menjadi merah muda cerah dan melengkung membentuk huruf "C". Jika melengkung terlalu rapat (seperti huruf "O"), itu tanda overcooked dan akan alot.
  • Cumi (Strategi U-Curve): Cumi sangat sensitif. Masak cumi hanya sebentar (1-2 menit dengan api besar) atau masak dalam waktu yang sangat lama (setelah 30 menit direbus/dikukus). Interval waktu di antara itu akan membuat cumi sangat alot dan keras (tekstur karet).

6. Gunakan Api Besar untuk Searing dan Stir-Fry

Untuk mendapatkan tekstur yang bagus, seperti kulit ikan yang crispy atau bumbu cumi yang meresap sempurna, gunakan teknik panas tinggi.

  • Penting: Saat menggoreng ikan atau menumis cumi/udang, pastikan wajan dan minyak sudah benar-benar panas sebelum seafood dimasukkan.
  • Manfaat: Panas tinggi akan mengunci kelembapan di dalam daging (juicy) dan menciptakan lapisan luar yang bagus (crispy atau caramelized) dengan cepat, sehingga menghindari overcooking.

7. Jangan Lupa Resting Time (Untuk Ikan Panggang/Bakar)

Sama seperti daging merah, ikan panggang atau ikan bakar juga butuh waktu istirahat (sekitar 5 menit) setelah diangkat dari api.

  • Kenapa? Proses resting memungkinkan sari-sari daging (jus) yang bergerak ke permukaan saat dipanggang untuk kembali tersebar merata ke seluruh daging. Hasilnya, ikan tidak kering saat dipotong dan rasanya lebih juicy dan utuh.

Mastering the Art of Seafood

Memasak makanan laut memang menantang, tapi sangat memuaskan begitu kamu menguasai timing-nya. Ingatlah tiga kuncinya: Kesegaran, Asam untuk Menghilangkan Amis, dan Waktu Masak yang Singkat.

Dengan menerapkan 7 tips ini, dijamin seafood buatan kamu di rumah akan terasa premium, matang sempurna, juicy, dan bebas dari aroma serta tekstur yang mengganggu.

Yuk, spill resep seafood andalanmu di rumah!

Popular Article